Search This Blog

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

Showing posts with label Monetisasi. Show all posts
Showing posts with label Monetisasi. Show all posts

Sunday, May 13, 2018

Cara Mengaktifkan Ads.txt Untuk Publisher Adsense


Cara Mengaktifkan Ads.txt Untuk Publisher Adsense



Setelah bersih-bersih di Youtube dengan memangkas banyak mitra, Google juga memberlakukan aturan baru bagi publisher atau penayang iklan di website. Tidak sedikit publisher yang diminta mengaktifkan ads.txt-nya jika tak ingin kehilangan penghasilan.

Langkah Google Adsense ini merupakan cara melindungi pengiklan dan penayang iklan. Bukan apa-apa. Memang tidak sedikit kasus penyalahgunaan yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab. Misal menampilkan iklan dengan menggunakan ID Penayangan orang lain.

Alhasil kasus seperti bomb klik pernah marak. Yang rugi bukan hanya penayang iklan, tapi juga pengiklan karena membayar untuk sesuatu yang bodong. Pengiklan mau mengeluarkan duitnya karena mengejar pasar tertentu, kalau disalahgunakan begitu, pastinya rugi. Google ikut pula disalahkan.

Baca Juga: Audience Network Facebook Si Calon Pesaing Adsense

Setelah diinisiasi oleh Interactive Advertising Bureau (IAB), guna meningkatkan transparansi dalam program periklanan, Google akhirnya ikut menerapkan ads.txt ini. Ads bukan kepanjangan dari Adsense, tapi Authorized Digital Sellers atau Penjual Digital Resmi.

Dengan memasang atau mengaktifkan ads.txt kita memastikan kepada pengiklan bahwa website atau blog kita merupakan mitra resmi. Sehingga mereka tidak perlu khawatir untuk memasang iklannya. Atau dalam Google Adsense, mereka bebas membuka lelang ke website kita.

Mengaktifkan ads.txt hukumnya tidak wajib, bagi yang belum menerima pemberitahuan. Namun akan jadi wajib jika di akun Google Adsensenya muncul imbauan. Kebetulan, saya tidak dapat pemberitahuan dan ads.txt CARA DUNIA sudah aktif otomatis. Sehingga tidak wajib.

Tapi salah seorang pengunjung CARA DUNIA mendapat pemberitahuan. Saya akhirnya tahu, karena Adsense malah menautkan alamat blog ini di dalamnya. Entah bagaimana ceritanya. Pemilik blog yang menyebut dirinya Bang Bro tersebut kemudian meminta bantuan. Jadilah artikel ini saya buat.


Untuk publisher Adsense yang dapat imbauan semacam itu, jangan dianggap enteng. Mereka memang tidak main-main. Jika tidak dilakukan secepatnya, maka iklan di website kita akan hilang. Olehnya itu, sebaiknya segera melakukan pengaktifan ads.txt.

Baca Juga: Tutorial Lengkap Agar Mujur Daftar Google Adsense

Ada dua metode yang bisa dilakukan untuk mengatifkan ads.txt ini. Bagi pengguna Blogspot caranya lebih mudah, dan pengguna Wordpress, khsusunya yang self domain caranya juga berbeda. Berikut penjelasannya masing-masing:

Cara Mengaktifkan Ads.txt di Blogspot

Jika mendapat pemberitahuan seperti gambar di atas, maka bersegeralah mengaktifkannya. Karena dampaknya memang fatal. Jika terlambat mengaktifkan, perlu 24 jam lagi baru iklan akan tayang setelah diaktifkan kemudian.

Untuk pengguna Blogspot caranya sangat mudah. Tinggal masuk ke bagian 'Setelan' di dashboard lalu memilih 'Preferensi Penelusuran'. Geser halaman ke bagian paling bontot hingga menemukan tulisan Monetisasi. Jika belum aktif, maka tulisannya '[Dinonaktifkan]'. Sisa mengklik 'Edit' untuk configurasi.

Sebelum menyetel, hal paling pertama yang mesti dilakukan adalah membuat file ads.txt. Formatnya seperti berikut:

google.com, pub-0000000000000000, DIRECT, f08c47fec0942fa0

Kode tersebut merupakan informasi tiga data yang penting. Field pertama, Google.com adalah nama domian untuk sistem periklanan. Karena penyedia jasa Adsense dibuat oleh Google maka hal ini diletakkan paling awal.

Field kedua ID akun penayangan. Karena bicaranya Adsense, maka ID Penayangan Adsense yang dimasukkan. Nomornya harus sama persis dengan yang tertera di dashboard Adsense milik kalian. Kalau punya saluran lain seperti DoubleClick for Publishers atau Ad Exchange, silahkan masukan masing-masing.

Field ketiga format kerjasamanya. Atau hubungan dengan ID akun tersebut. Ada dua jenis yang bisa digunakan, 'DIRECT' dan 'RESELLER'. Direct khusus untuk penayang iklan yang bekerjasama dengan sistem periklanan langsung. Seperti Google Adsense.

Baca Juga: Cara Mudah Verifikasi PIN Google Adsense

Memasukkan Direct berarti menjalin kerjasama langsung tanpa kontrol penuh untuk iklan yang ditayangkan. Sedangkan memasukkan Reseller sebaliknya. Kita bisa mengontrol iklan dan memberikan akses ke pihak ketiga yang hendak memasang iklan. Layanan DFP dan Ad Exchange lebih tepat untuk ini.

Sedangkan field terakhir merupakan ID otoritas sertifikasi. Jika ketiga field di atas sifatnya wajib, untuk ID otoritas ini optional, alias bisa tidak digunakan. Namun sebaiknya tetap diterapkan. Karena kombinasi huruf angka di bagian akhir itu merupakan Trustworthy Accountability Group (TAG) milik Google.

Setelah mengganti ID Penayangan pada kode di atas dengan milik kalian, selanjutnya paste di laman 'Monetisasi' seperti gambar berikut. Kemudian klik 'Simpan Perubahan' untuk menyelesaikan. Tunggu 24 jam kemudian agar ads.txt tersebut aktif.


Cara Mengaktifkan Ads.txt di cPanel

Bagi pengguna Blogspot akan cukup mudah mengaktifkan kode tersebut, namun pengguna website dengan self hosted harus mengaktifkannya melalui cPanel. Terlepas apakah kalian menggunakan Wordpress sebagai CMS atau platform lain semisal Drupal atau Jombla.

Langkah pertama yang harus dilakukan, menulis kode Ads di atas di notepad dan menyimpannya dengan format txt (ads.txt). Setelah itu buka cPanel website yang dikelola dan masuk ke bagian 'File Manager' atau 'Pengelola File'.


Pergi ke 'public_html'. Masukkan ads.txt ke laman ini dengan cara menguploadnya secara langsung. Klik 'Upload' di menu bagian atas. Lakukan uploading dengan mencari file yang sebelumnya telah di simpan. Setelah terupload, lakukan refrest.


Sekarang cek website kalian dengan mengakses namadomain.com/ads.txt. Jika sudah muncul kode yang sama kode di atas ketika mengakses domain Anda, maka pengaktifan ads.txt sudah berhasil. Kode tersebut bisa ditambahkan lebih banyak kalau website Anda memang punya lebih banyak saluran periklanan.

Kode ads.txt setiap website bisa berbeda, seperti yang ada di Kompas.com. Ketika mengakses ads.txt-nya maka akan muncul list seperti berikut:


Saya belum tahu apa alasan utama Google Adsense memunculkan imbauan pengaktifan ads.txt di beberapa akun. Namun, kemungkinan mereka yang mengalami karena tidak mengaktifkan Site authorization. Sebaiknya, aktifkan otorisasi situs karena secara otomatis kita menginformasikan ke Adsense bahwa situs dalam daftar tersebut adalah milik kita.

Ini juga sebagai upaya menjaga ID Penayangan agar tidak disalahgunakan oleh orang. Meski ID tersebut tersebar dimana-mana. Hanya website yang di daftarkanlah ID iklan itu akan bekerja. Semoga bermanfaat, jika masih punya pertanyaan atau kisah yang hendak diceritakan silahkan bersedia di kolom komentar

Tuesday, March 13, 2018

Tutorial Lengkap Agar Mujur Daftar Google Adsense





Tutorial Lengkap Agar Mujur Daftar Google Adsense



Sejak membuat CARA DUNIA, ratusan sudah postingan yang saya buat. Tidak sedikit diantaranya membahas Google Adsense. Ini menandakan, sedang banyak orang tertarik mendapat penghasilan dari blog. Wajar saja, karena sihir uang memang sudah ada sejak uang itu belum diciptakan.

Dalam seumur jagung blog ini, lima artikel paling populer sepanjang masa, tiga diantaranya membahas soal Adsense. Padahal, bejibun artikel lain yang membahas tentang cara berbeda mendapat penghasilan. Namun ajimat Adsense sangat sulit dihilangkan. Sayapun begitu adanya.

Dari tiga artikel paling populer ini, nyaris seribuan komentar yang terkumpul. Itu kalau digabung seluruhnya. Bahkan pada artikel Cara Daftar Google Adsense dari Blogspot, komentarnya mencapai 521 dan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Saya membaca semua komentar yang masuk, meski tidak semua sempat saya balas. Alasan pertama, pertanyaannya sering berulang yang sebenarnya sudah sempat saya jawab pada kesempatan lain. Atau bahkan saya telah membuat postingan khusus untuk menjawab pertanyaan itu.

Namun pertanyaan paling dasar yang selalu dibanyak kesempatan ditanyakan adalah, cara mendaftar Adsense. Sembari menjawab pertanyaan ini, beberapa pertanyaan lain juga ikut saya jawab, semisal mengapa iklannya belum muncul dan sebagainya. Simak penjelasannya berikut ini:

Untuk mendaftar Adsense, hanya butuh empat langkah. Pertama buat akun, aktifasi akun, menyelesaikan persiapan akun dan terakhir akun akan aktif sepenuhnya. Sepintas memang mudah, namun toh banyak juga yang selalu bertanya soal ini dan itu soal pendaftaran ini.

Pertama: Buat Akun

Membuat akun di Google Adsense syarat utamanya harus punya situs, baik itu blog dari blogspot atau wordpress bahkan yang lain. Kalau tidak punya situs, juga bisa menggunakan Youtube. Dulunya, untuk mendapat akun Adsense bahkan kita bisa melalui partner host mereka. Namun sekarang cukup terbatas.

Baca: Cara Mengaitkan Akun Adsense dengan Youtub

Namun apakah dengan memiliki blog saja atau akun Youtube, kita sudah bisa membuat akun?. Tentu saja bisa. Tapi belum tentu diterima dengan baik oleh Adsense. Sebelum nekat membuat akun, sebaiknya melakukan persiapan yang memadai. Seperti:

Pastikan Blog/Youtube Anda Layak

Perkembangan teknologi membuat pendaftaran Adsense juga kian ketat. Ada banyak faktor yang dinilai oleh mereka. Kelayakan yang saya maksud di sini memiliki banyak faktor. Salah satunya, blog atau Youtube Anda menyediakan konten orisinal dan relevan.

Adsense sangat menghargai yang demikian. Semakin unik blog Anda akan semakin senang Adsense bekerjasama. Karena situs yang unik akan mendatangkan pembaca yang baru pula. Jangan membiasakan copy paste artikel atau reupload video di Youtube, karena robot mereka tidak bodoh.

Salah satu yang jarang diperhatikan blogger soal interaksi. Bahkan ada yang entengnya menghilangkan kolom komentar dengan alasan bermacam-macam. Padahal, salah satu tolak ukur kelayakan Adsense adalah interaksi dan masukan dari pembaca blog tersebut.

Tata letak dan elemen lain seperti gambar, teks dan video juga sangat mendukung kesuksesan membuat akun Adsense. Jangan meletakkan secara serampangan foto dan video. Atau kadang-kadang malah tumpang tindih antara gambar dan teks yang tidak menghiraukan estetika tampilan.

Hal lain yang juga penting soal navigasi situs. Desain dengan baik dan memudahkan pengunjung mencari apa yang mereka inginkan. Jangan karena terlalu ingin terlihat canggih malah memberi kesulitan pada pengunjung blog.

Tentu yang paling mendasar dari semua itu adalah pengunjung. Google Adsense mau bekerjasama dengan blog yang jumlah pembacanya stabil, bahkan lebih tertarik lagi kalau terus menunjukkan peningkatan dari hari ke hari.

Untuk mendapat pembaca yang terus menerus ada, khususnya dari mesin pencari, tentu saja jumlah artikelnya tidak hanya satu. Kalau ada yang menyebut lima artikel saja sudah bisa buat akun, saya berani angkat topi kalau saat ini dia berhasil. Dulu mungkin iya, tapi sekarang kian sulit.

Sebagai saran saja, jangan hari ini membuat blog atau channel Youtube, besok sudah langsung mendaftar. Kalau Youtube, semisal jumlah penontonnya sudah lebih 10.000 kali dan subscribenya genap 2.000, silahkan saja. Tapi blog, sebaiknya tunggu hingga enam bulan sampai benar-benar punya pembaca.

Jangan lupa pula, saat mendaftar usia Anda sudah genap 18 tahun. Salah satu syarat dan ketentuan yang jelas diatur oleh Adsnse. Setiap negara pada dasarnya memiliki kebijakan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, baca syarat dan ketentuan mereka.

Jika faktor kelayakan blog Anda sudah memadai, silahkan mendaftar Adsense. Tidak akan ada hambatan berarti kalau memenuhi semua syaratnya, dan blog yang didaftarkan tidak bertentangan dengan kebijakan mereka. Seperti situs porno dan hal berbau negatif lainya.

Membuat Akun Adsense

Sebagaimana saya sebutkan di atas, membuat akun Adsense cukup mudah. Anda hanya perlu satu email, memiliki blog dan atau Youtube, setelah itu bisa melakukannya dengan beragam cara. Anda bisa mendaftar langsung dari Blogspot atau dari Youtube.

Bisa pula dengan mengakses laman Google Adsense langsung. Kunjungi  https://www.google.co.id/adsense/start. Klik Daftar Sekarang. Masukkan alamat email yang hendak dipakai untuk mendaftar, lalu memasukkan URL tempat menempatkan iklan nantinya.

Selanjutnya Anda diminta untuk perlu atau tidaknya mendapat saran dari mereka. Tidak ada salahnya memilih ya, karena kadang banyak info yang menarik. Kemudian pilih negara dimana Anda bermukim dan membuat akun. Setujui semua persyaratannya dan terakhir klik Buat Akun.

Kedua: Aktifasi Akun

Setelah berhasil membuat akun Adsense, perjalanan belum berakhir. Itu hanya tahap awal. Selanjutnya, ada tiga proses lain yang harus dilakukan. Tahapan ini sekaligus bisa menjawab banyak pertanyaan mengapa iklannya belum juga muncul setelah mendaftar atau membuat akun Adsense.

Menghubungkan Adsense dengan situs Anda

Karena Blogspot bertubuh HTML, maka caranya akan sedikit berbeda jika kita melakukannya untuk Wordpress. Saya akan coba membahasnya satu persatu. Untuk Blogspot terlebih dahulu.

Pertama-tama tentu saja login ke akun Adsense baru yang kita buat. Lalu menuju tab My Ads di bilah sebelah kiri. Adsense saat ini punya fasilitas baru, namanya Auto Ads. Sekalian kita menggunakan format itu untuk penerapannya.

Jika baru pertama mengakses layanan ini, akan muncul tampilan seperti berikut.


Klik saja tulisan Get Started. Anda akan bertemu halaman setting, buat semua pilihan jadi tercentang. Biar ada banyak pilihan untuk jenis iklan yang muncul.

Dapatkan kode iklannya dengan menekan tombol paling bawah. Copy skrip tersebut lalu login ke akun Blogspot Anda. Akses bagian tema lalu klik Edit HTML. Klik di dalam kotak yang penuh skrip lalu tekan CTRL+F (sebenarnya akan mudah mendapatkan tanpa harus melakukan itu). Cari kode . Paste kode yang dicopy tadi tepat dibawah tulisan itu.


Simpan dan kini Adsense telah terhubung dengan situs Anda. Tapi ingat, iklannya belum akan muncul. Tenang, jangan panik.

Sebelum membahas langkah selanjutnya, kita bahas dulu jika hendak menautkan Adsense dengan blog berplatform Wordpress. Jika kalian mahir mengutak atik kode Wordpress, sebenarnya nyaris sama dengan Blogspot. Sisa menempelkan kode dari Google ke bagian .

Tapi jika tak mau ambil resiko, sebaiknya menggunakan plugin saja. Umumnya menggunakan plugin hampir sama. Namun tiga rekomendasi plugin yang baik antaranya Tema Genesis, Advanced Ads dan Plugin Ad Inserter. Silahkan copy dan paste kode iklan Adsense tersebut pada salah satu plugin itu.

Sama dengan menautkan kode iklan pada Blogspot, iklan pada blog tidak akan seketika muncul setelah ditautkan tadi. Mereka akan melakukan tahap analisis. Mereka juga akan mengabarkan jika belum menemukan kode tersebut di blog yang Anda daftarkan.

Kesalahan biasanya terjadi saat menanamkan kode iklan ini. Anda harus memberi imput ke Adsense bahwa sudah melakukan penempatan iklan, dan mereka akan mengeceknya. Jangan salah memasang kode ke blog yang tidak di daftarkan pertama kali. Karena kalau tidak terdeteksi, iklan sama sekali tidak akan muncul.

Selesaikan Detail Pembayaran

Pada saat membuat akun Adsense, mereka sama sekali tidak menanyakan kemana penghasilan itu akan dikirimkan. Tahap ini masih rangkaian untuk mengaktifkan akun. Anda harus memasukkan biodata lengkap mengenai alamat pembayaran.

Untuk mengaksesnya, biasanya akan terlihat langsung di halaman depan. Atau bisa membuka tab Payments (Pembayaran) di sebelah kiri. Ada beberapa hal yang harus seksama diperhatikan dalam tahap ini. Pertama soal jenis akun. Secara umum tidak ada pembeda akun Individual dengan Bisnis. Kecuali siapa penerimanya.

Kedua, saat menulis nama, usahakan menggunakan nama asli sesuai KTP. Jika di nama Anda ada tanda titik, usahakan jangan dibubuhkan. Nama Anda juga harus benar-benar ditulis secara lengkap. Misal Asma Nadia Hasan, jangan ditulis Asma N. Hasan atau AsmaNadia.

Alamat juga sebaiknya lengkap. Yang bisa dipakai kirim terima surat dari kantor Pos. Tidak mesti harus sesuai dengan alamat KTP, namun bisa diakses. Mereka akan mengirimkan Nomor Pengenal Pribadi (PIN) jika minimum saldo Anda mencapai $10 atau sepadan dengan rupiah.

Baca: Cara Mudah Verifikasi PIN Google Adsense 

Terakhir, nomor telpon. Masukkan nomor yang bisa dihubungi, jangan nomor WA yang sudah tak bisa lagi di telepon atau menerima SMS. Setelah itu Kirim.

Verifikasi Nomor Telepon

Informasi ini berbeda dengan memasukkan nomor telepon di kolom pembayaran. Tahapan ini sebenarnya tidak pernah saya lalui di Adsense, karena nomor saya sudah terverifikasi sebelumnya di akun Google, alias Gmail.

Namun ini penting dan kadang tidak diperhitungkan pendaftar Adsense. Saat login ke akun Adsense, biasanya diberanda akan muncul pilihan verifikasi nomor telepon ini. Silahkan memasukkannya dan pilih, dengan cara apa mau menerima kode verifikasi. Di telepon langsung atau dengan SMS.

Sebaiknya lewat SMS saja. Setelah itu mereka akan mengirim enam digit angka verifikasi yang harus dimasukkan pada kolom yang tersedia. Setelah itu kirim. Proses aktifasi akun Adsense Anda sudah memasuki tahap akhir. Tahap kedua telah dilalui.

Ketiga: Masa Tunggu

Saya menyebut tahap ini masa menunggu, karena sepenuhnya kebijakan apakah kita diterima atau tidak di Google Adsense, dari hasil penilaian mereka. Jika kedua tahap sebelumnya sudah dilakukan dengan baik, maka tidak akan lama hasil akan diterima.

Masa tunggu setiap blog bisa berbeda-beda. Ada yang cepat, tidak lebih dari sehari. Ada pula yang sampai berminggu-minggu. Dulunya bahkan sampai berbulan-bulan tanpa kejelasan. Namun, sekarang Adsense menyadari harus mempersingkat waktu. Kalau tidak cocok, ya ditolak. Gitu aja.

Alasan kuat biasanya iklan tidak muncul selama berminggu-minggu karena ada kesalahan dalam melakukan tahap kedua di atas. Entah salah menempatkan kode iklan atau tidak menempatkan iklan pada blog yang di daftarkan.

Dalam masa penantian itu, baiknya tidak fokus menunggu saja. Lakukan update dan perbaiki trafik. Tahap kelayakan sangat menentukan, apakah mereka cocok bekerjasama dengan Anda atau tidak. Yang aneh kalau blog belum layak namun kekeh menyalahkan Google ketika ditolak.

Mereka akan mengirimkan surat elektronik sebagai keputusan akhirnya. Apakah diterima atau tidak. Ingat, yang melakukan peninjauan dalam tahapan ini bukan hanya robot, namun orang yang khusus ditugaskan untuk menelitik kelayakan. Data hanya sebagai bahan pertimbangan.

Namun jika Anda mendaftar Adsense untuk AdMob dan membuat aplikasi, iklannya akan langsung bisa terlihat. Tanpa perlu menunggu berhari-hari atau berminggu-minggu.

Keempat: Akun Aktif

Setelah akun Adsense Anda aktif, langkah yang harus dilakukan selanjutnya meningkatkan penghasilan. Anda sudah siap berburu dollar di Adsense. Kunci utamanya adalah trafik dan konten. Keduanya saling berkaitan. Kalau di Youtube ya videonya harus ada dan banyak.

Jenis akun Adsense itu ada dua, hosted dan non hosted. Kalau mendaftar lewat blogspot atau Youtube, jenisnya pasti hosted. Alias hanya bisa digunakan terbatas untuk beberapa situs yang juga ada blogspot di belakangnya. Namun jika akun non hosted alias full approve, iklanya bisa ditempatkan dimana saja.

Baca: Cara Upgrade Akun Google Adsense Jadi Full Approve

Kelihatannya memang gampang. Dan memang seharusnya begitu. Namun, dalam prosesnya ada hal lain yang bisa dilakukan. Jika masih mengalami kendala dengan mendaftar Google Adsense, silahkan mengisi kolom komentar di bawah. Saya akan mengumpulkan jenis pertanyaan paling banyak untuk menjawabnya dalam satu postingan.

Ingat, segala sesuatu itu tidak ada yang benar-benar berat, juga tidak benar-benar mudah. Saling dukung akan membuka jalan yang lebih lebar

Wednesday, January 31, 2018

Cara Mendapat Penghasilan Tambahan dari Disqus

Cara Mendapat Penghasilan Tambahan dari Disqus



Awal pakai Disqus untuk kolom komentar di blog ini, sama sekali tidak punya ekspektasi berlebih. Malah saya bertanya-tanya akan Disqus. Hal pertama yang saya tanyakan, dari mana mereka dapat penghasilan hingga mampu bertahan hingga kini.

Saya memasang Disqus di BLOGOOBLOK pertama kali 10 Maret 2014. Kala itu saya melihat Disqus pada situs berita luar negeri dan itu keren di mata saya. Singkat cerita, saya menginstalnya dan tetap menggunakan hingga sekarang.

Baca: Cara Mudah Memasang Kolom Komentar Disqus di Blogspot

Sejak saat itu, saya sudah tahu kalau Disqus memungkinkan kita untuk mendapat penghasilan. Sayangnya, sebagai blog berbahasa Indonesia pengajuan erning saya selalu ditolak. Saya pun menutup harapan mampu mendapat penghasilan dari Disqus.

Memasuki tahun keempat, sebuah email tiba-tiba nyempil. Mereka menginformasikan bahwa blog saya masuk dalam daftar rencana mereka untuk menempatkan iklan. Email itu juga menyebut bahwa Disqus baru saja melakukan update dan rencananya 6 Februari 2018 programnya itu dijalankan.

Sepintas mungkin ini nampak mengembirakan, apalagi kalau orientasinya memang melulu soal uang. Tapi disatu sisi, itu artinya akan jadi beban buat halaman blog. Karena akan menambah beban reload. Pilihan satu-satunya yang ditawarkan Disqus untuk tidak menampilkan iklan adalah mencoba akun berbayar mereka.

Ada tiga jenis akun di Disqus pada dasarnya, pertama Basic seperti yang BLOGOOBLOK gunakan. Akun ini benar-benar gratis dan bisa memasang iklan. Yang kedua, Plus dengan bayaran $9 per bulan dengan keuntungan semua fasilitas di akun Basic bisa digunakan, ditambah ada pengaturan on off untuk iklan.



Pada akun Plus, Disqus memperlakukan khusus akun dari situs kecil, pribadi, non-komersial yang tidak menjalankan iklan apa pun. Mereka tidak memungut biaya sama sekali alias gratis, kecuali fasilitas Direct Email Support.

Yang ketiga, akun Pro dengan bayaran $89 per bulan. Kalau dihitung menggunakan kurs Rp13.000 per dollar, maka setiap bulan kita harus membayar Rp1.157.000. Jumlah yang lumayan untuk sebuah layanan. Tapi mereka menjanjikan fasilitas yang mempuni di akun Pro.

Melihat itu, bisa disimpulkan bahwa basis bisnis Disqus bukan hanya aplikasi komentar, tapi juga analisis yang dinilainya akurat dan Email Subscriptions. Serta banyak lagi.

Meski memungkinkan untuk memasang iklan dan mendapat penghasilan tambahan dari Disqus, tetap saja ada celah buah pemilik blog jika tak ingin memasang fasilitas itu. Semua bisa diatur saat di settingan iklan di dasbor Disqus. Nanti akan saya jelaskan.

Secara umum, saya tidak paham, bagaimana penilaian Disqus memilih blog untuk dipasangi iklan. Entah karena mereka sedang melakukan update dan memilih blog saya, atau memang saat ini mereka sudah menyetujui blog berbahasa Indonesia. Anggaplah begitu dan saya menerapkannya.

Jadi buat kalian yang hendak mendapat penghasilan tambahan dari Disqus, silahkan mencobanya. Langkah-langkahnya seperti berikut:

Step 1: Login ke dasbor Disqus kalian. Lalu masuk ke bagian Setting. Lihat di menu bar atas, lalu pilih blog yang hendak kamu pasangi jika kamu punya lebih dari satu.

Step 2: Pilih bagian Ads di sebelah kiri. Kemungkinan jika akun kalian belum diaktifkan, maka tampilannya seperti berikut. Klik 'Activate Ads Now' di kotak yang berwarna merah.



Step 3: Kamu akan berhadapan dengan pengaturan iklan. Ada tiga jenis posisi iklan yang ditawarkan Disqus. Di bagian atas kolom komentar, di tengah-tengah atau di bagian akhir. Sementara tipe iklannya ada empat. Ada yang berbentuk gambar saja, cerita naratif, seperti postingan biasa dan ada video.

Namun yang harus kalian perhatikan adalah tulisan di pojokan kanan atas layar kamu. Jika posisi teraras adalah tulisannya 'Enabled Positions Preview', itu artinya, akun kamu belum memenuhi syarat untuk dipasangi iklan dari Disqus. Karena seharusnya, di posisi kanan atas itu ada tulisan Earnings Potential.



Step 4: Jika akun kamu juga muncul tab Payment, maka benar-benar akun mu layak dipasangi iklan. Kebetulan BLOGOOBLOK muncul tulisan itu tepat di bawah pengaturan iklan. Silahkan mengklik tombol yang bertuliskan 'Set up or update your payment method'.

Ada tiga proses yang harus kalian lalui dalam mengatur pembayaran. Pertama mengisi alamat dengan lengkap, kedua metode pembayarannya. Bisa dipilih apakah transfer bank, paypal atau WU. Ketiga formulir pajaknya. Kamu hanya perlu mengisi alamat di Indonesia untuk menyarakan bahwa kalian benar bukan warga Amerika, dan setelah itu selesai.

Kalau pengaturan ini belum muncul dalam dasbor mu, kemungkinan besar kalian belum disetujui oleh Disqus. Sekali lagi, saya juga kurang paham soal penilaian mereka.



Step 5: Menunggu earning. Karena dalam email sudah dijelaskan bahwa mereka baru memberlakukan erning di akun saya pada 6 Februari 2018, maka saya belum bisa menyimpulkan berapa penghasilan dari program ini.

Hanya saja, pada bagian pembayaran disebutkan kalau uangnya akan dikirim kalau sudah mencapai $100. Dan khusus untuk IDR atau Rupiah ada potongan sebesar 3 persen. Soal berapa kemungkinan yang bisa dihasilkan, pada bagian Earnings Potential (potensi penghasilan) sudah mereka bocorkan.

Jika mencentang semua pilihan iklannya, maka potensinya sangat besar. Tapi jika salah satu atau semua tidak dipilih, tentu saja potensi iklannya rendah. Pada bagian pengaturan itu sekaligus bisa dipilih apakah mau atau tidak memasang iklan di Disqus.

Perhitungan mereka berdasarkan pageviews dan klik. Dan mereka terbuka untuk persaingan pemasang iklan. Tentu saja semakin banyak kunjungan akan semakin besar penghasilannya. Saya akan melakukan update, jika nanti sudah mendapat laporan penghasilan dari Disqus.

Update: 6 Februari 2018

Sebagaimana isi email yang pertama masuk ke inbox saya, mereka menyatakan bahwa iklannya akan aktif pada tanggal 6 Februari 2018. Tepat hari yang dijanjikan, iklan Disqus sudah nongol di kolom komentar BLOGOOBLOK.

Karena saya memilih tiga lokasi untuk penempatan iklan sebagai tahap uji coba, maka ketiganya berpenampilan seperti berikut:

Above Comments : Letaknya tepat di atas kolom komentar. Model iklannya bisa beragam, kebetulan yang muncul saat saya dokumentasikan berupa Sponsored Links dengan dua susunan.


In-thread : Letaknya berada di dalam komentar, biasanya di antara komentar yang satu dengan yang lain. Yang muncul biasanya model Sponsored Story seperti gambar berikut.


Below Comments : Letaknya di bagian bawah kolom komentar. Model iklanya juga beragam, bisa berupa Sponsored Links,  Sponsored Story, Sponsored Video atau IAB Display.


Saya belum bisa cerita banyak soal iklan Disqus. Namun beberapa blog luar negeri yang telah menggunakan itu, banyak yang mengaku puas dengan program tersebut. Tapi tidak sedikit pula yang kemudian memilih mematikannya dengan alasan teknis.

Jika blog kalian punya lalulintas yang besar, maka program ini sangat menguntungkan. Jadi tidak ada salahnya mencoba. Tapi, beberapa orang juga mengusulkan untuk tidak berharap banyak pada program periklanan Disqus ini. Saya memilih untuk menguji cobanya dulu.

Salam!

Wednesday, December 6, 2017

MediaVenus Luncurkan Versi Indonesia dengan Keuntungan Lebih







Saya mendapat banyak review dari teman-teman yang telah menggunakan MediaVenus untuk mendulang uang di internet. Beberapa diantaranya yang mengenal penyedia layanan native ads itu dari tulisan saya sebelumnya tentang MediaVenus.



Baca: Cara Terbaik Menguangkan Blog dengan MediaVenus



Pada tulisan itu, saya memang menjelaskan apa itu native ads dan keuntungannya jika diterapkan di blog.

Wednesday, August 23, 2017

Cara Terbaik Menguangkan Blog dengan MediaVenus







Forbes telah mengeluarkan laporan bahwa native ads akan menguasai dunia periklanan global hingga waktu-waktu mendatang, bahkan mereka memprediksi 74 persen belanja iklan dunia akan diserap oleh native ads.

Adyoulike juga mengatakan hal yang sama. Sebagaimana dilaporkan The Huffington Post, mereka mencatat pada tahun 2018 belanja iklan khusus ke native ads akan mencapai $59 miliar di

Tuesday, March 28, 2017

PayClick: Jaringan Iklan Yang Menguntungkan dan Terbukti Membayar





Saya pernah dikirimi email oleh pambaca Blogooblok, yang pada dasarnya bertanya tentang jenis periklanan apa saja yang tersedia di internet, khususnya yang cocok untuk blog. Apalagi untuk blog yang usianya masih balita ditambah trafik yang dihasilkan belum begitu menjanjikan.

Beberapa juga pernah bertanya kepada saya, jaringan periklanan apa yang direkomendasikan untuk diikuti. Karena si

Memaksimalkan Penghasilan Adsense dengan Mitra Tesertifikasi





Pada beberapa postingan Blogooblok yang membahas tentang Google Adsense, muncul banyak pertanyaan bagaimana agar mereka bisa diterima menjadi publisher atau penayang iklan. Ada yang mengaku berulang kali mendaftar namun ditolak juga, ada pula yang sampai putus asa dan tak mau mendaftar lagi.

Harus diakui, Google Adsense masih menjadi primadona bagi blogger untuk mengungkan blognya. Saya

Monday, March 27, 2017

Cara Memasang Sticky Ads Untuk Adsense di Kanan Kiri Blog





Awalnya saya sempat ragu untuk memasang sticky ads atau iklan memikat yang pemasangannya tetap, melayang atau melekat pada bagian tertentu blog atau website kita. Namun kemudian Blogooblok memasang juga jenis iklan yang banyak jadi bahan pembicaraan ini.

Jika melihat kanan kiri Blogooblok akan muncul iklan adsense yang melayang dan tetap. Slot iklan itu baru saja saya pasang setelah mendapat

Monday, October 24, 2016

Jangan Pakai BRI Untuk Pencairan Google Adsense

Jangan Pakai BRI Untuk Pencairan Google Adsense





Tulisan ini tidak bertujuan menjelek-jelekkan Bank Rakyat Indonesia (BRI), ini hanya pengalaman pribadi saya menggunakan BRI sebagai alat pencairan penghasilan dari Google Adsense.

Awal kisah dimulai di akhir bulan September 2016 lalu. Saat itu, karena merasa bosan harus mengantri setiap bulan di Kantor Pos. Saya akhirnya mengubah metode pembayaran Adsense menjadi Wire Transfer atau Transfer Kawat a.k.a pembayaran transfer antar bank.

Karena perubahan saya lakukan di akhir bulan setelah pencairan di bulan berjalan, maka metode ini berlaku di bulan selanjutnya. Yakni Oktober. Saat tiba masa pencairan, saya pun menunggu dengan suka cita. Namun semuanya berakhir kecewa setelah tahu berapa besar biaya transaksi yang harus dipotong oleh BRI.

Saya harus kehilangan penghasilan sebesar Rp263.000. Yang artinya, BRI memotong $20 dari transaksi saya.

(Baca Juga: Google Adsense Rasa Baru)

Mungkin tidak terlihat besar, namun bagi saya itu bisa membeli gorengan hingga kenyang tujuh hari tujuh malam. Plus kopi dan segala tetek bengeknya sebagai teman setia menghabiskan malam di depan komputer.

Tapi apa daya, BRI telah merengguknya secara paksa. Padahal saya adalah nasabah setia BRI. Bahkan setiap hari mendapat kupon undian yang tak kunjung menang.

Beberapa teman memang pernah bercerita soal potongan yang cukup besar saat transaksi kawat di BRI. Sebenarnya saat penghasilan cukup besar, misal diatas $1000 maka, potongan ini takkan ada rasanya. Namun, jika penghasilan masih dibawah $500, potongan ini terasa juga.

Namun teman-teman jangan langsung underestimate dengan BRI. Ini hanya berlaku bagi akun Adsense yang dibuat di 2015 kebawah, utamanya bagi akun yang mata uangnya masih berupa dollar. Akun Adsense yang dibuat dan langsung bermata uang rupiah, sama sekali tidak ada potongan.

(Baca Juga: Cara Menghasilkan $100 per Hari dari Youtube)

Potongan ini ada karena proses pengiriman yang berbelit. Salah satunya karena fasilitas draf Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Jangan dikira, sarana ini hadir tanpa ada biaya yang dikorbankan, dan semua biaya itu dibebankan kepada penerima transaksi.

Jika dirunut maka prosesnya seperti ini:



Silahkan menerjemahkan proses diatas. Jika dikalkulasi maka proses pengiriman uang dari luar negeri cukup panjang. Setiap pos yang disinggahi tidak memberikan layanan cuma-cuma. Selalu ada ongkos yang dikeluarkan. Soal besar kecilnya tergantung dari kerjasama antar bank antar lembaga dan penyedia layanan.

Jadi tidak perlu heran, mengapa pembayaran Adsense dari laur negeri selalu mendapat potongan yang besar. Sebenarnya kasus yang saya alami ini terjadi di hampir semua bank di Indonesia. Salah satu bank yang tidak besar potongannya adalah BNI, namun tetap juga dipotong. Kalau tidak dari mana bank akan mendapatkan pemasukan.

(Baca Juga: Cara Upgrade Akun Google Adsense Jadi Full Approve)

Intinya, saya hanya menyarankan untuk tidak menggunakan BRI untuk pembayaran Google Adsense jika akun Anda berupa mata uang dollar dan masih dibawah $1000. Namun jika sudah berwujud IDR atau Rupiah, tidak ada salahnya. Semua bank lokal Indonesia telah menggratiskan biaya transaksi untuk pembayaran akun IDR.

Meski tulisan ini sedikit nyeleh, saya tetap menggunakan BRI untuk sejumlah transaksi. Meski untuk pembayaran Adsense, saya kembalikan ke mode Wastern Union. Tak apalah ngantri sesaat dan bertemu kembali mbak-mbak penjaga Kantor Pos. Senyumnya memang selalu membawa rindu. Pakai WU juga penuh dengan kenangan.

Salam Sejahtera!

Wednesday, October 19, 2016

Google Adsense Rasa Baru

Google Adsense Rasa Baru



oleh:caradunia


Tepat 12 Oktober 2016, Google Adsense melakukan transformasi besar-besaran pada tampilannya. Jika dahulu, tampilan dasbor Adsense terlihat sederhana namun rumit digunakan. Kali ini, Google menyuntikkan rasa baru dengan gaya yang lebih kekinian.

Mungkin sebagian teman-teman yang bermain Adsense sudah mengetahui hal ini. Sebenarnya sudah sejak tanggal 13 Oktober 2016 saya tahu informasi ini. Namun baru sempat menuliskannya sekarang. Selain saya selalu menunda-nunda perubahan tampilan ini karena merasa masih nyaman dengan yang lama. Saya juga harus menyelesaikan tulisan lainnya.

Susah memang jika seketika harus pindah kelain hati. :)

Saya sudah curiga dengan eror yang terjadi pada akun Adsense saya di tanggal 12 Oktober. Setelah mengintip apa yang terjadi di Forum Google Adsense, akhirnya saya tak ambil pusing dengan masalah itu.

(Baca Juga: Cara Pasang Iklan Adsense di Tengah Postingan)

Saya cuma bertanya-tanya, apakah mungkin, penghasilan Adsense saya dibulan sebelumnya yang dipotong 50 dollar lebih juga ada kaitannya dengan ini. Entahlah. Saya ikhlas saja apapun yang terjadi. Toh, ini juga untuk jangka panjang. Biarlah terpotong sekali-kali. Asal jangan sering-sering saja.

Kembali ke tampilan baru Google Adsense. The new AdSense user interface (UI) ini cukup ceriah menurut saya. Bentuknya juga mirip-mirip sosial media. Karena kita bisa memilih apa saja yang mau ditampilkan di homepage kita. Warna dominan biru yang dihadirkan Google menambah rasa adem melihat penghasilan kita.

Berikut overview tampilan Adsense yang baru.


Jika melihatnya sepintas, memang sangat beda dengan tampilan Adsense sebelumnya. Menu yang biasanya ada dibagian atas, kini pindah disebelah kiri dan hanya muncul saat kita memilih menu. Tampilan tab yang dipilih pun akan melebar sesuai ukuran layar dakstop kita.

(Baca Juga: Cara Menghasilkan $100 per Hari dari Youtube)

Soal warna, sebenarnya sudah lebih dahulu digunakan Google Adsense dalam versi apps mobile. Tampilan yang muncul di dekstop ini juga adalah pengembangan dari versi mobilenya. Tim Google membutuhkan waktu pengerjaan selama satu tahun untuk menampilkan karya yang menawan ini.

Tampilan inipun masih belum sempurna sepenuhnya. Karena tim Google masih akan melakukan pembaharuan seiring berjalannya waktu.

Secara keseluruhan, berikut 3 hal yang ada dalam tampilan baru Google Adsense.

1. Tampilannya yang lebih sederhana
Google mengadopsi prinsip-prinsi desain material dengan homepage yang sepenuhnya didesain ulang. Penambahan warna biru di bagian atas membuat perbedaan mencolok dari versi yang sebelumnya. Pihak Google juga berjanji akan melakukan perbaikan lebih lanjut untuk tampilan ini.

2. Penambahan fitur pin
Entah ada kaitannya dengan pinters, namun tampilan baru Adsense ini menambahkan keunggulan lain. Yakni kita bisa mengatur tampilannya sesuai dengan aliran kartu interaktif. Kita bisa melakukan pin jika kartu yang dimunculkan adalah yang menurut kita penting. Sehingga saat membuka dasbor, kartu tersebut akan tetap ada.

Selain pin, kita juga bisa merubah tampilan dengan menggesernya. Jika ingin tampilan kartu yang lebih banyak, Google juga menyediakan dengan berbagai pilihan yang ada. Seperti situs yang kita miliki, unit iklan yang paling populer dan masih banyak lagi.

3. Menu bar yang lebih ramping
Seperti yang saya katakan sebelumnya. Tampilan Google Adsense sebelumnya menempatkan menu baru dibagian atas. Kali ini, Google melakukan perampingan dengan meletakkan menu di sebelah kiri. Menu hanya akan tampil jika diklik logo menu di kiri atas.

Semua menu yang dibutuhkan ada di sana. Mulai dari iklan hingga pengaturan. Sebelumnya, menu pengaturan ini ada dikanan atas, tepat di samping foto icon. Saat ini menu tersebut disimpan di sebelah kiri bersama semua menu. Ini tentu memudahkan untuk melakukan perubahan lain-lainnya. Dibagian kanan atas sisa notifikasi dan icon akun.

(Baca Juga: Cara Upgrade Akun Google Adsense Jadi Full Approve)

Secara tampilan keseluruhan, memang tidak merubah fungsi tiap-tiap menu. Mungkin hanya ada satu hal yang sedikit berubah. Yakni saat akan menambahkan unit iklan baru. Kita akan disuguhi dua pilihan saat akan membuat iklan. Yakni text & display ads dan Matched content. Setelah itu, semua fungsinya sama.


Untuk melakukan perubahan tampilan ini, tunggu saja saat Adsense menawarkan. Jika membuka dasbor Adsense dan muncul tampilan seperti berikut. Terima saja dan ikuti prosesnya hingga selesai. Tidak susah kok, cukup dua tiga kali klik dan semua tampilannya berubah.


Perubahan ini juga terjadi saat pendaftaran akun Adsense yang baru. Saat diterima maka akan muncul pilihan diatas juga. Apakah mau menggunakan versi yang lama atau menggunakan tampilan baru. Semuanya tergantung dari selera Anda. Tapi saya yakin, banyak orang yang mau mencoba tampilan baru ini.

Cukup menarik dan enak dipandang mata. Apalagi kalau angka-angka yang dimunculkan selalu besar setiap harinya. Enak sekali. :)

Salam Freedom Writers!

Sunday, October 2, 2016

Cara Merubah Pembayaran Adsense Jadi Transfer Bank

Cara Merubah Pembayaran Adsense Jadi Transfer Bank



Awalnya pencairan pembayaran Google Adsense hanya bisa dilakukan melalui cek, dimana prosesnya memakan waktu yang cukup lama. Pada awal-awal saya mengenal Google Adsense, cek tersebut dikirim dari negara asalnya, Amerika. Sehingga butuh waktu sekitar 1 bulan untuk pencairan.

Lama kelamaan, publiser dari Indonesia bisa menikmati pembayaran melalui Western Union. Western Union atau biasa disingkat WU adalah jasa pengiriman uang antar negara yang dipercaya oleh perusahaan-perusahaan besar. Proses yang cepat dan online membuat WU adalah pilihan terbaik.

(Baca: Cara Mencairkan Pembayaran Adsense di Western Union)

Saya sendiri selama ini lebih senang menggunakan pencairan Google Adsense melalui WU. Namun belakangan terasa capek juga harus setiap bulan mengantri dan foto copy KTP. Mungkin juga si mbak di Kantor Pos juga mulai bosan dengan saya.

Maka pembayaran Google Adsense saya ubah menjadi transfer bank atau wire transfer. Dengan metode ini, saya tak perlu capek-capek ke kantor pos dan mengisi form setiap bulan. Cukup menunggu di rumah dan pembayaran masuk dengan sendirinya ke rekening kita.

Lagian dengan metode WU, saya juga harus bekerja dua kali. Mencairkannya di Kantor Pos lalu ke bank untuk ditabung. Padahal publiser di Indonesia sudah bisa melakukan pencairan melalui transfer bank. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatur pembayaran lewat bank.
  • Pertama-tama masuk ke bagian setting dengan mengklik logo gir di pojok kanan atas akun Adsense Anda. Lalu pilih Payments
  • Setelah masuk pada bagian Payment History, klik Manage (Kelola) dibagian How you get paid? (Bagaimana Anda menerima pembayaran?). 
  • Karena sudah mengatur pembayaran sebelumnya menjadi WU, maka tampilannya seperti berikut. Untuk mengatur pembayaran menjadi transfer bank, klik Add a New Payment Method
  • Akan muncul dua pilihan Add new wire transfer details dan Add new check details. Pilih yang wire transfer
  • Selanjutnya akan ada form yang harus dilengkapi sesuai dengan data pribadi dan bank Anda. Ingat, data yang diisikan harus tepat, agar pembayaran Anda bisa dicairkan. 

Keterangan:
  1. Account Holder Name: Isi nama lengkap Anda susuai dengan nama akun dan nama yang tertera di rekening bank.
  2. Bank Name: Nama bank Anda, misalnya BRI atau Bank Rakyat Indonesia.
  3. SWIFT-BIC: SWIFT adalah pembawa pesan yang kepanjangannya Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication. SWIFT biasa juga disebut sebagai Bank Identifier Code (BIC). Setiap bank yang melayani transaksi internasional memiliki kode SWIFT-BIC, jadi silahkan cari kode bank Anda. Harus diingat, cari kode SWIFT-BIC Anda sesuai dengan kantor wilayah dimana rekening Anda berada. Jika tak bisa menghubungi bank Anda, cari kodenya di https://www.theswiftcodes.com.
  4. Account Number: Nomor rekening
  5. Re-type Account Number: Masukkan sekali lagi nomor rekening Anda.
Dua pilihan dibawahnya, dibuat khusus untuk akun-akun tertentu. Misalnya jika ingin menerima transferan dalam bentuk dollar, maka pilih pengaturan Intermediary Bank. Tapi Anda harus punya rekening di bank yang berbasis di Amerika. Yang terakhir FFC or FBO jika akan mau menerima transferan dalam bentuk kawat atau kriling.
  • Setelah mengklik Save, tampilan akan kembali ke pengaturan pembayaran. Kini Anda punya dua metode pembayaran yang bisa dipilih. Silahkan klik Set as Primary pada bagian Wire Transfer jika ingin menggunakan metode pembayaran ini. 

Harus diingat. Perubahan metode pembayaran ini akan berlaku pada bulan berjalan jika dilakukan dibawah tanggal 15 setiap bulan. Jika dilakukan diatas tanggal tersebut, maka perubahannya baru akan terjadi di bulan selanjutnya.

(Baca: Ini Cara Pembayaran Adsense Untuk Publisher Indonesia)

Soal potongan jika melakukan pembayaran melalui transfer bank, sejauh ini memang sering disebut-sebut ada. Namun dari beberapa akun Adsense yang saya kelola dan melakukan transfer bank, nyaris uang yang masuk sama persis dengan yang tertera pada penghasilan.

Bagi akun Adsense yang versi Bahasa Indonesia, sejauh yang saya tau memang hanya menerima pembayaran melalui bank. Dan jika melakukan pengaturan pertama kali akan dikirimi kode verifikasi melalui rekening. Kode itu sebagai pengganti PIN yang dikirim ke alamat rumah.


Selamat mencoba!

Saturday, October 1, 2016

Mengenal Peluang Native Advertising Untuk Blogger

Mengenal Peluang Native Advertising Untuk Blogger



Selama ini banyak blogger hanya terpaku monetize blog lewat program PPC (Pay Per Click), semisal Google Adsense dan lain-lain. Belum begitu banyak blogger yang mau menguangkan blognya dalam bentuk native advertising.

Native advertising merupakan iklan dalam bentuk tulisan. Kalau media online biasanya berbentuk berita. Dalam dunia bloging, sebagian orang mengenal istilah ini dengan sebutan paid review, sponsored content, paid post, branded content, partner content dan lain-lain.

(Baca: Mendulang "Durian Runtuh" dari Job Review)

Istilah native advertising pertama kali diperkenalkan oleh Jonah Peretti, founder Huffington Post pada tahun 2005. Jonah memperkenalkan native ads untuk projek barunya bernama BuzzFeed di tahun 2011.

Ide ini bermula dari banyaknya keluhan pengguna internet yang tidak senang dengan kehadiran iklan pop-up yang tiba-tiba muncul dan iklan sidebanner yang dianggap sangat menganggu. Kejenuhan penggunan ini kemudian memunculkan banyak aplikasi AdBlock, yakni perangkat yang menolak iklan muncul.

Pertumbuhan AdBlock ini langsung memukul habis pelaku media online, termasuk blogger yang bertumpu pada penghasilan dari iklan banner. Untuk mengembalikan kejayaan itu, maka lahirlah native ads yang kadang tidak disadari oleh pengguna bahwa yang sedang ia baca adalah sebuah iklan.

Keuntungan Navite Advertising

Bicara soal monetize, pikiran pertama yang muncul dalam kepala kita, berapa besar keuntungan yang bisa didapatkan dari program ini. Jika dibandingkan dengan iklan banner, peluang penghasilan dari native ads bisa jauh lebih besar.

Association of National Advertisers yang berbasis di Amerika Serikat pada tahun 2015 lalu mengeluarkan penyataan bahwa hampir dua-pertiga dari pemasar iklan yang disurveinya mengatakan, mereka akan meningkatkan anggaran iklan mereka dalam bentuk native ads.

Mereka juga mengatakan sekitar $4,3 miliar belanja iklan telah berputar pada sektor native ads sepanjang 2015 dan memproyeksi di tahun 2018 akan berlipat ganda menjadi $8,8 miliar. Itu berarti, peluang ini sangat besar dan pemilik produk akan melirik alternatif ini sebagai jalan keluar.

Keunggulan native ads adalah fleksibilitasnya. Tidak ada pihak yang dirugikan, baik pembaca dan pemilik website sama-sama bisa untung. Kemunculan native ads di Indonesia sudah terlihat. Media online besar sudah banyak yang bertumpu pada alternatif ini. Seharusnya blogger juga mulai berpikir menggeluti sektor ini.

Keuntungan Native Ads Bagi Pengiklan

Seperti yang saya katakan diatas, keunggulan native ads adalah fleksibilitasnya. Pemilik produk tidak akan rugi sama sekali jika menggunakan promosi ini. Bahkan bisa untung berkali-kali. Apalagi bagi pemilik produk yang punya website.

Iklan dalam bentuk tulisan itu akan menyatu dengan konten lainnya. Bahkan akan berada di website tersebut dalam waktu yang cukup lama. Meski beberapa website memberi batas waktu tayang, namun tidak sedikit yang menjadikannya sebagai database dan tetap tayang selamanya.

Bagi pemilik produk hal ini tentu saja sangat menguntungkan. Mereka membayar promosi sekali, namun dampaknya berkali-kali. Iklan native ads yang dipasang lima tahun lalu masih akan terlihat hingga 10 tahun mendatang, jika blog atau website tersebut masih beroperasi.

Mereka juga akan mendapatkan link yang berkualitas dari situs atau blog yang punya reputasi baik. Kenyataan bahwa, hampir sebagian besar pengguna internet melakukan transaksi secara online berkat ulasan dan review orang lain memang tak bisa dinafikkan.

Keuntungan Native Ads Bagi Blogger

Monetize blog dengan cara native ads juga berdampak baik bagi blogger. Selain karena tampilan blog akan lebih tertata tanpa iklan yang membanjiri, native ads juga menguntungkan secara materi. Satu iklan paid review bisa dihargai ratusan hingga jutaan, tidak sedikit malah sampai puluhan juta.

BLOGOOBLOK juga beberapa kali menerima tawaran native ads, meski bayarannya belum sampai jutaan, namun cukup memuaskan karena kita menulis sekaligus dibayar oleh orang lain.

Silahkan kunjungi Halaman Iklan untuk menggunakan jasa BLOGOOBLOK

Proses ini juga memberi kita pelajaran baru, bagaimana menciptakan konten yang baik. Merubah pandangan blogger tentang konten yang berpihak kepada pembaca bukan ke mesin pencari juga akan mulai terbentuk. Karena jika berpikir menyajikan tulisan hanya untuk mesin pencari, pembaca juga tak akan betah.

Tampilan blog yang dinamis saat ini lebih disenangi pembaca ketimbang blog yang seisi layarnya penuh dengan iklan. Tidak sedikit blog yang seperti itu, bahkan ada yang cukup populer namun isinya adalah iklan semua. Secara materi mungkin itu menguntungkan, namun jika blog dijadikan aset, maka proses itu bukan bentuk investasi yang baik.

(Baca: Melihat Potensi Blog Anda 10 Tahun Kemudian)

Sekali lagi, bagi blogger, native ads memberi banyak keuntungan. Pembaca senang, pengiklan tenang dan kita dapat uangnya.

Kriteria Blog Yang Disenangi Pengiklan Native Ads

Meski terlihat peluang ini cukup menjanjikan, namun prosesnya tidak semudah yang dibayangkan. Mengapa Detik, Kompas dan media online lainnya sering mendapat tawaran native ads?. Jawabannya, karena mereka menyajikan konten yang jelas dan berbobot.

Tantangan inilah yang dihadapi blogger. Kesadaran blogger agar menyajikan konten berbobot dan berkualitas masih harus ditingkatkan. Jika masih mengandalkan copy paste atau mengulang-ulang ulasan tanpa menonjolkan kelebihan, maka jangan berpikir untuk mendapat untung dari native ads.

Mencari peruntungan dari iklan konten memang gampang-gampang susah. Kemampuan seorang blogger dalam menyajikan konten menjadi faktor utama. Model monetisasi native ads tidak semudah memasukkan banner ke dalam blog. Kunci utamanya adalah konten berkualitas tinggi dan konsisten.

Blogger yang baik akan berpikir bagaimana menyajikan konten yang relevan. Karena native ads tidak selamanya menyasar pada situs-situs besar dengan multi segmen. Beberapa pengiklan membutuhkan konten spesifik atau niche.

Blog yang disenangi pengiklan native ads juga yang mampu menjaga keseimbangan, antara keinginan pengiklan atau kebutuhan brand dengan apa yang mau didapatkan oleh pembaca blognya. Hal ini penting agar pembaca blog kita tidak merasa tertipu dengan kampanye yang menjijikan.

Jika pada postingan 5 Cara Mengetahui Blog Yang Punya Konten Berkualitas, saya menyatakan bahwa "Content Is The King" dan "Distribution Is The Queen", maka untuk bermain iklan native ads, faktor konteks juga penting. Tidak salah kalau Gary Vaynerchuk seorang blogger dari Amerika menyatakan konteks sebagai dewa.

Konteks yang baik dalam setiap artikel akan disenangi oleh pengiklan. Konteks yang relevan akan menghadirkan konten yang menyajikan pesan pengiklan dalam bentuk yang menawan, elegan dan menghibur.

Meski potensi native ad cukup besar menjadi model bisnis media online di masa depan, namun belum semua pengiklan mencurahkan seluruh dananya disektor ini. Masih banyak yang menunggu dan bermain ala kadarnya saja, sembari melihat perkembangan di sektor ini.

(Baca: Blogger Sudah Jadi Profesi Menjanjikan di Indonesia)

Salah satu kelemahan native ads bagi pengiklan yang punya kampanye sesaat adalah sebaran yang tidak merata dan cepat. Kecuali konten tersebut menjadi viral. Itulah mengapa masih banyak yang menggunakan iklan berbentuk banner kepada penyedia jasa iklan seperti Google AdWord.

Namun, lambat atau cepat native ads akan jadi alternatif, kecuali ada model baru yang cukup ampuh melawannya. Hal yang perlu dilakukan saat ini, bagaimana mensosialisasikan kelebihan sistem advertising ini kepada pengiklan. Sehingga lebih banyak blogger yang mendapat keuntungan.

Saturday, May 7, 2016

Cara Meningkatkan Penghasilan Adsense dengan Custom Channel

Google Adsense telah menjelma menjadi sesuatu yang sakral dikalangan blogger dunia, bahkan di Indonesia. Ada banyak blogger yang tiba-tiba menjadi sangat makmur dengan memanfaatkan layanan gratis dari Google ini.

Rekan bisnis, begitulah ungkapan yang tepat bagi blogger atau publisher dengan Google sebagai penyedia layanan bernama Adsense. Google tidak menyediakan iklan, tapi hanya bertindak

Wednesday, March 9, 2016

Meningkatkan Pageviews dengan Matched Content Adsense

Meningkatkan Pageviews dengan Matched Content Adsense




Beberapa waktu yang lalu, seorang pengunjung Blogooblok bertanya tentang fitur matched content dari Adsense yang terpasang di blog ini. Walau pertanyaannya tidak langsung menyebut subjek, namun arahnya ke matched content tersebut.

Si penanya tidak tahu nama fitur tersebut sehingga bertanya bagaimana caranya memasang fitur yang ada tulisan Powered Google diatas kolom komentar. Saat itu, saya hanya menjawab sekenanya saja, "itu pemberian Google".

Karena masih banyak yang belum tahu soal fitur itu. Maka, kali ini, saya akan membahas fitur ajaib tersebut. Saya sebut ajaib, karena secara tidak langsung akan membantu pemilik blog untuk meningkatkan pageviewsnya.

Tapi sebelum jauh melangkah, kita mulai dulu dengan membedah apa itu matched content?

Matched content kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya konten yang tersesuai. Biasanya dikalangan blogger, fitur ini disebut related post, atau post yang ditambahkan diakhir postingan yang punya kaitan dengan postingan tersebut.

Contohnya bisa dilihat diakhir postingan ini, atau gambar berikut ini:



Bedanya, matched content yang kita bahas dalam hal ini diberikan langsung oleh Google Adsense. Sehingga, tampilannya lumayan keren dan segala sesuatunya diatur sama Google. Pemilik blog sisa memasangnya agar muncul disetiap akhir postingan.

Sayangnya, tidak semua orang bisa memasang matched content ini. Syarat spesifik yang diberikan sama Google Adsense juga tidak ada, sehingga banyak yang bertanya-tanya, bagaimana fitur tersebut bisa didapatkan.

Saya sendiri awalnya tidak menyangka, fitur tersebut sudah lama tersedia di blog ini. Baru di awal tahun 2016, fitur tersebut saya sematkan untuk menambah khasanah blog ini.

(Baca Juga: Memasang Iklan Adsense di Bawah Judul dan Akhir Postingan)

Fitur yang masih bersifat beta ini diperkenalkan Adsense sejak pertengahan 2015 silam. Dari laman bantuan Google, hanya sedikit informasi yang bisa diperoleh soal keberadaan fitur tersebut.

Namun, intinya fitur ini hanya diberikan Google kepada blog yang minimum trafiknya melampaui persyaratan Google. Soal berapa trafik yang dimaksud juga tidak ada, tapi yakinlah, itu harus cukup tinggi. Kalau mau dirata-ratakan, minimal 2.000 hingga 5.000 visitor perhari.

Selain syarat trafik, konten yang tersedia dalam blog tersebut juga mestinya unik. Jika semua itu terpenuhi, maka kemungkinan besar fitur ini akan menjadi hadiah dari Google. Tapi ingat, fitur ini hanya untuk yang punya akun Google Adsense.

Cara Memasang Matched Content Adsense di Blog

Untuk memasang matched content di blog, tentu blog Anda harus terlebih dahulu disetujui oleh Google untuk pemasangan ini. Salah satu cara mengetahui apakah blog kita bisa dipasangi matched content tersebut dengan melihat di ad units Adsense Anda.

Kalau bentuknya sudah seperti gambar berikut ini, artinya matched content sudah tersedia di akun Anda. Fitur ini bisa digunakan. Tapi, jangan dipikir, fitur tersebut akan bebas digunakan di semua blog Anda miliki (kalau punya lebih dari satu blog yang dipasangi Adsense).



Untuk mengetahuinya, silahkan masuk ke bagian setting dengan mengklik bagian bergerigi di pojok kanan atas dan pilih Site Management.

Jika tulisannya sudah ready di bagian matched content, itu artinya fitur ini bisa dipasang. Tapi kalau masih bertuliskan Not Eligible, itu artinya belum bisa.



Untuk memasangnya di blog, sama seperti memasang iklan adsense pada umumnya. Dibagian My Ads pilih Ad Units lalu isi nama iklannya dan pilih matched content dibagian Ad Type. Setelah itu, Save and Get Code.

Baca: Cara Memasang Iklan Google Adsense di Blogspot

Fungsi Utama Matched Content

Meski dari Google Adsense, jangan berharap akan mendapat earning dari matched content ini. Fitur ini, meski diklik berkali-kali oleh pengunjung tidak akan bernilai uang. Karena fungsi utamanya memang bukan untuk uang, melainkan meningkatkan pageviews suatu blog.

Tapi dari situlah earning akan bertambah. Jika semakin banyak orang mengklik matched content Anda, maka semakin besar kemungkinan menambah pendapatan, karena secara tidak langsung penayangan iklan Anda (RPM) akan bertambah.

(Baca Juga: Cara Upgrade Akun Google Adsense Jadi Full Approve)

Jika RPM Anda bertambah, kemungkinan besar untuk dapat penghasilan tinggi akan tercapai. Hal ini sudah saya buktikan, dimana sejak matched content ini terpasang di Blogooblok, earning perharinya jauh lebih tinggi dari biasanya.

Karena tampilannya yang sederhana dan selalu memunculkan related post yang sesuai, maka fitur ini sangat cocok untuk meningkatkan pageviews. Bentuknya juga responsif untuk semua model divice. Kerenlah...!
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html
Social Media Exchange Website - Likenation