Search This Blog

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

CARA DUNIA

CARA DUNIA:memberikan informasi yang akurat dan terpercaya sesuai kebutuhan public !!!

Showing posts with label Kelas Menulis. Show all posts
Showing posts with label Kelas Menulis. Show all posts

Sunday, May 13, 2018

Cara Menulis Artikel untuk Pemula

Cara Menulis Artikel untuk Pemula



Menjadi seorang blogger punya tanggung jawabnya sendiri. Selain kemampuan koding minimal dasar yang dimiliki, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah menulis. Banyak blogger yang malah menganggap hal ini tidak penting. Dikiranya ngeblog itu sekedar copy dan paste saja.

Kemampuan menyampaikan sesuatu kepada pengunjung blog akan jadi nilai tambah. Minimal ada orang yang dengan mudah menangkap apa yang hendak disampaikan pemilik blog. Tanpa ini, blog yang kita kelola hanyalah butiran debu yang meski ada tapi akan mudah hilang.

Dengan belajar menulis juga akan membantu banyak hal pada masa depan kita. Selain jadi blogger yang punya ciri khas, siapa kira besok-besok akan jadi penulis besar. Contohnya sudah banyak kalau ini. Dari sekedar menulis di blog hingga akhirnya jadi penulis terpandang.

Sayangnya, setiap kali hal ini dibicarakan, ada saja orang-orang yang mengaku tidak berbakat dalam dunia tulis menulis. Padahal punya niatan untuk jadi penulis atau setidaknya blogger. Satu hal yang harus diyakini sedari awal, tidak ada yang lahir langsung dengan bakat. Pun kalau ada, 99 persennya adalah kemauan. Bakat hanya punya sumbangsi yang kecil.

Saya sangat menghargai dan respect kepada orang-orang yang gigih belajar. Meski tergolong masih cetek dalam dunia tulis menulis, namun beberapa orang dengan suka rela mengundang saya untuk sekedar berbagi bagaimana cara menulis yang baik.

Waktu saya memang tidak sepenuhnya untuk CARA DUNIA. Ada banyak side job yang saya kerjakan. Salah satunya menulis untuk beberapa media nasional. Tidak sedikit pula projek penulisan buku melibatkan saya. Baik menggunakan nama atau sekedar editor hingga ghost writer atau penulis bayangan.

Tapi di blog ini saya adalah CARA DUNIA. Orang yang juga haus akan banyak pengetahuan. Tulisan ini sedikit dedikasi dari sosok lain yang saya perankan. Semoga bisa bermanfaat agar kemudian satu persatu kebiasaan copy paste dalam dunia blogging bisa hilang.

Sifat dan Karakteristik Tulisan

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari".

Pramoedya Ananta Toer menuliskan kata-kata itu dalam buku 'Child of All Nations'. Penggalan kalimat di atas merujuk pada kata-kata ibunya yang sepenuh hati mencintai Pram. Dan benar saja, hingga Pram meninggalkan dunia ini, kata-katanya tak pernah mati. Ia tetap abadi.

Begitulah penggambaran betapa pentingnya menulis itu. Ia seakan punya nyawa dan hidup. Apalagi kalau tulisannya memang penuh kesan bagi pembacanya. Karena hidup, maka tulisan selayaknya pula memiliki sifat dan karakteristik.

Memulai menulis berarti bermula pula memahami apa yang kita tulis. Karena tulisan yang bernyawa adalah tulisan yang juga dengan mudah dipahami orang lain. Tulisan yang tidak bernyawa bisa jadi karena penulisnya nyaris tidak memahami apa yang ia utarakan.

Bukan hanya pada penulisan ilmiah, sekadar menulis di blog pun harusnya punya sifat dan karakter yang kuat. Semakin berkarakter tulisan kita, akan semakin mudah orang mengidentifikasi. Meski di copy oleh orang lain, karakter penulisnya akan tetap terbaca dengan mudah.

Secara umum, karya tulis memiliki sifat yang ilmiah. Diantaranya:

  • Lugas : Artinya tulisan tidak mengandung unsur emosional berlebih di dalamnya. Tidak pula mengandung arti yang luas. Misal hendak menulis soal cara menulis, yang dibahas ya cara menulis, tidak memasukkan usur lain seperti cara memperbaiki sepeda di dalamnya
  • Logis : Kata-kata yang dipakai dalam tulisan tidak melabrak aturan, alias disusun secara konsisten. Kalau menulis cara memasak gulai, harusnya lebih runut dengan logika yang masuk akal. Jangan membuat orang berpikir cara yang kita sampaikan tidak mungkin terwujud. 
  • Efektif : Kalimat yang disajikan merupakan kebulatan pikiran. Jangan menyajikan kalimat yang membuat dahi pembaca mengkerut karena tidak paham. Di dalamnya ada unsur penekanan serta pengembangan yang berdaya guna. 
  • Efisien : Sebaiknya dalam menyajikan tulisan, kata-kata yang dipilih merupakan bahasa umum yang mudah dipahami manusia. Jangan menulis untuk menyenangkan robot, karena yang menilai pada akhirnya adalah manusia. Kalau ada kata yang kurang populer, sebaiknya mencari padanannya. 
  • Baku : Khasanah bahasa Indonesia kita sangat kaya. Tulisan yang baik menggunakan kata yang baku. Jangan karena ingin dituduh anak modern, bahasa juga sesuai kata-kata sehari-hari. Singkatnya, hindari menggunakan kata alay atau menulis dengan banyak singkatan dan unsur huruf dan angka. Jangan. 

Sifat dasar tulisan di atas penting diperhatikan. Walau untuk menulis di blog tidak selamanya diperlukan. Namun yang paling mendasar adalah tulisan itu mudah dipahami dan pesan yang hendak disuarakan sampai ke pembaca.

Sejauh ini pun saya masih terus belajar bagaimana semua pembaca bisa paham apa yang saya tuliskan. Karena setiap tulisan memiliki pasarnya sendiri. Itu menjadi pekerjaan berat. Tidak semua artikel di blog ini mudah dipahami orang. Ada yang memang dikhususkan untuk yang tidak mengerti topik tertentu sama sekali. Ada pula yang diperuntukkan ke orang-orang untuk pemahaman tindak lanjut.

Menulis artikel tutorial ngeblog misalnya. Sebaiknya penulis harus memahami apa yang ia hendak sampaikan. Cara mudah memahaminya dengan mencobanya secara langsung. Jangan sekali-kali menulis sesuatu yang belum diterapkan dan berhasil. Karena jika begitu tulisan tidak  bernyawa.

Ada tiga langkah taktis yang harus dilakukan untuk menulis artikel. Dengan topik apapun, konsep ini tetap berlaku.

1. Prapenulisan

Sebelum memulai menulis dengan topik tertentu, hal pertama yang dilakukan adalah memahami apa yang ditulis. Mencari datanya hingga melakukan observasi jika perlu. Setelah semua tersaji, barulah masuk ke tahap selanjutnya.

Baca Lebih Lengkap: Persiapan Awal Sebelum Memulai Menulis Artikel

2. Penulisan

Saat menulis, pahami dulu, tulisan tersebut hendak disajikan secara hard atau soft. Hard artinya penyampaian secara gamblang dan soft lebih bertutur. Metode piramida terbalik diperlukan dan pemahaman soal 5W+1H juga dibutuhkan. Sama yang penting paham soal SPOK.

3. Revisi  

Sentuhan akhir dalam menulis adalah melakukan revisi. Ketika pertama kali menulis, semua ide kita curahkan dalam tulisan. Kadang ada hal yang tidak penting ikut nimbrung. Maka perlu melakukan revisi sebelum akhirnya dipublikasikan.

Penjelasan masing-masing langkah di atas butuh tupoksinya sendiri. Saya akan membahasnya di artikel lain. Jika semua diterapkan, maka artikel yang kita hasilkan akan kaya dan tidak dianggap cetek. Hal ini perlu untuk blog yang telah menjadikan blogger sebagai profesi.

Menulis untuk medium digital, semacam blog begini juga punya sentuhan khusus. Ada unsur bernama SEO yang harus diperhatikan. Mulai dari penulisan judul hingga isi, langkahnya beda sendiri. Berpikir online akan sangat membantu.

Soal cara mengenakkan tulisan pun perlu pengetahuan yang baik. Namun cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan rajin membaca. Apa saja yang menarik minat, sebaiknya baca. Pelajari cara mereka menyusun kata hingga kalian mau menyelesaikannya hingga tuntas.

Topik menulis artikel dari CARA DUNIA ini akan disajikan dalam beberapa seri. Saya akan membuatnya khusus dalam segmen "Kelas Menulis". Silahkan kunjungi tag tersebut untuk mencari tahu artikel lainnya. Semoga bermanfaat dan teruslah menulis.

Persiapan Awal Sebelum Memulai Menulis Artikel



Persiapan Awal Sebelum Memulai Menulis Artikel 

Tidak sedikit orang yang mengeluh karena kesulitan mencari cara menulis kata pertama dalam artikelnya. Bahkan banyak yang kemudian batal menulis karena kata yang hendak ditulis itu tak kunjung muncul. Sebenarnya, itu terjadi karena ada tahap yang terlampaui, yakni prapenulisan.

Mencari kata pertama bukanlah kesulitan terbesar dalam menulis. Tapi persiapan yang baiklah yang kadang lebih menyita waktu. Orang bisa menyelesaikan satu artikel panjang dalam sehari bahkan kurang karena persiapannya sudah matang. Semua hal yang dibutuhkan ketika menulis tersedia.

Pada dasarnya, menulis apapun semua perlu proses dan persiapan. Apalagi kalau kalian berniat jadi penulis novel. Untuk memperkaya tulisan, persiapan yang dilakukan juga tidak sebentar. Tidak heran kalau 'Supernova' milik Dee Lestari harus memakan waktu 10 tahun baru usai. Semuanya karena persiapan dan proses yang panjang.

Baca Seri Pertama: Cara Menulis Artikel untuk Pemula

Persiapan penulisan juga tidak berbicara bagaimana menyiapkan tempat yang nyaman, di pojokan cafe atau laptop dengan merek yang mahal misalnya. Mungkin iya, tapi tidak jadi tolak ukur utama. Ada hal lain yang lebih mendesak namun kadang dilupakan.

1. Menentukan Ide

Kesulitan menyusun artikel bisa jadi karena apa yang hendak ditulis campur aduk. Idenya terlalu banyak atau bahkan tidak ada sama sekali. Itulah sebabnya, sebelum menulis baiknya menentukan ide terlebih dahulu. Ide ini bisa didapat dalam banyak cara.

Setiap orang punya caranya sendiri mendapatkan ide. Bahkan kadang ide itu muncul tanpa sengaja kita cari. Jika tetiba ide itu merasuk ke pikiran, sebaiknya dicatat. Bisa di kertas atau di smartphone. Tapi kalau punya ingatan yang kuat, tetap dirawat agar kemudian dieksekusi.

Saya sering mendapat ide tulisan dari komentar yang masuk ke BLOGOOBLOK. Biasa pula setelah membuka Line Today di pagi hari. Atau sekedar berkendara di jalan dan melihat sesuatu yang menarik. Menemukan ide tulisan ada asiknya tersendiri, jadi nikmatilah.

Tips terbaik menulis artikel adalah menentukan topik yang spesifik. Misalnya dapat ide menulis tentang kopi. Kembangkan topik tersebut dengan tidak lupa mempertimbangkan seperti apa kerangka tulisan itu nantinya dan siapa saja yang kemungkinan membaca tulisan tersebut.

Menentukan ide memang tidak sekedar mencari topik yang sesuai. Tapi juga punya latar belakang yang jelas, maksudnya, serta ruang lingkup jika tulisan itu diterbitkan. Karena topik kopi tidak mencakup semua kalangan. Apalagi untuk usia belia. Kopi selalu identik dengan pria dan kedewasaan.

Baca Lebih Lengkap: Cara Ideal Mendapatkan Ide Untuk Menulis

2. Menentukan Kerangka Tulisan

Setelah mendapatkan ide yang cocok, kemudian pikirkan bagaimana tulisan tersebut nantinya disajikan. Kerangka tulisan berfungsi mengarahkan penulis agar fokus. Untuk membuat kerangka tulisan, pikirkan seperti apa jenis tulisan itu nantinya, temanya apa dan gaya bahasa yang digunakan.

Jika menggarap artikel yang serius dan panjang, sebaiknya buat kerangka dalam bentuk diagram. Ada pula yang menyusunnya berbentuk kartu. Sehingga ketika melakukan penulisan, sudah ada alur yang jelas dan harus diselesaikan.

Saya biasanya membuat kerangka dalam bentuk poin-poin. Misal hendak membuat tulisan soal suku terasing. Saya akan menyusunnya dalam beberapa poin. Suku apa yang jadi titik utama cerita. Seperti apa kisah mereka. Berapa jumlah orang dalam komunitas tersebut. Apa yang membuat mereka terasingkan dan banyak lagi.

Setelah menentukan poin-poin itu, kemudian mencari alur cerita pertama kali. Apakah dimulai dari kisah diskriminasi komunitas tersebut. Kalau ada cari orangnya dan buat ia jadi tokoh sentral cerita. Artikel yang dibuat pun harus jelas susunannya.

Kerangka tulisan akan sangat membantu ketika merampungkan tulisan. Penentuan apakah tulisan kita menerapkan konsep piramida terbalik atau tidak juga ditentukan pada tahap ini. Soal konsep tersebut akan kita bahas di artikel penulisan.

3. Menyiapkan Bahan

Proses prapenulisan inilah yang menyita waktu yang panjang. Bagi penulis novel, waktu menyiapkan bahan bisa berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Tergantung seberapa rumit cerita yang ia angkat. Begitu pula penulisan artikel di blog. Meski kelihatannya sederhana, namun juga memakan waktu.

Untuk satu artikel di BLOGOOBLOK, dengan panjang sekitar 500-1.500 kata, waktu menyiapkan bahannya bisa dua atau tiga jam. Menulisnya bisa satu atau dua jam. Itulah sebabnya, tidak banyak artikel yang mampu saya buat dalam sehari.

Bagi media-media besar bahkan, membutuhkan waktu lebih dari sepekan untuk menyiapkan bahan. Bahan tulisan ini bisa berupa data atau hasil observasi. Data bisa didapat dari hasil riset. Tidak perlu riset ilmiah bak para ahli melakukannya. Bisa dengan riset dasar.

Misalnya hendak menulis soal cara melangsingkan badan. Kamu tidak perlu melakukan semua metode untuk menceritakan beragam konsep. Cukup dengan riset sederhana. Cari tahu apa saja cara melangsingkan badan yang populer hingga yang ekstrim.

Cara mencari tahunya bisa lewat orang atau tokoh yang kita anggap ahli. Atau buka blog atau situs yang membahas topik tersebut. Catat semua hal yang kita dapatkan dengan mencocokkan kerangka tulisan yang dibuat sebelumnya.

Ingat mencari data, bukan mencuri. Apalagi menyalin semua isi tulisan orang lain.

Saat mencari data ini kadang pula informasi yang didapat melimpah. Hal ini bisa merusak kerangka awal. Sebaiknya tetap fokus pada hal apa yang hendak ditulis. Adapun ide baru yang didapat, sebaiknya dijadikan bahan untuk tulisan selanjutnya.

Cara terbaik mengumpulkan data dengan mendengar cerita langsung orang yang berhasil melakukannya. Atau penulis yang memang mengalami hal tersebut. Dengan menuliskan pengalaman tersebut akan membawa efek yang lebih baik.

Cara lain mengumpulkan bahan tulisan dengan observasi. Ini biasanya dilakukan dalam menyusun artikel yang perlu pendalaman. Observasi penting dilakukan guna mencari fakta yang seharusnya diungkap. Dengan melihat langsung objek yang kita tulis akan membuat tulisan lebih berwarna.

Jangan melupakan catatan ketika sedang mengumpulkan bahan. Sebaiknya sering mengecek daftar kerangka tulisan agar ketika fokus menulis, tidak lagi ada bahan yang kurang.

Sayangnya yang sering terjadi, meski tahap pertama dibuat dan masuk ke pengumpulan bahan, ada ide yang lebih menarik kita dapatkan setelah melakukan riset. Dalam situasi demikian, sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan perubahan. Tidak ada salahnya merombak sebelum, ketimbang menyesal kemudian.

Proses mengumpulkan bahan ini juga termasuk dalam pengumpulan gambar atau foto yang sesuai. Tahap menulis yang lebih rumit akan memakan waktu yang cukup lama. Tak perlu buru-buru menyelesaikan tulisan kalau memang tidak dikejar deadline.

Satu hal yang harus dipahami. Data yang saya maksud bukanlah sekedar daftar angka-angka. Tapi catatan yang berasal dari kumpulan fakta yang diterima secara apa adanya. Yang didapatkan dari beragam proses, bisa hasil pengukuran, pengamatan atau bentuk lain berupa angka, kata atau citra.

Hasil pengolahan data inilah yang jadi informasi. Bisa berupa hasil analisa, komputerisasi hingga hasil kesimpulan. Tahap menyediakan bahan di atas mencakup semuanya. Tapi lebih tepatnya mengumpulkan data-data. Penulislah yang nantinya mengelola data tersebut jadi informasi.

Jika persiapan kita baik, maka saat menulis tidak akan banyak kendala yang dihadapi. Kesulitan memilih kata pertama di awal artikel juga bisa mudah ditangani. Memang persiapan yang paling baik adalah diri sendiri. Kondisi prima akan sangat membantu dalam menulis.

Bukan berarti tidak penting, namun persiapan pikiran kosong atau suasana tenang tidak berlaku umum. Beberapa orang memang perlu menyiapkan waktu khusus untuk menulis. Tapi tidak semua. Bahkan ada orang yang ketika kondisi terburuk dalam hidupnya mampu membuat satu tulisan yang menarik.

Intinya, persiapan itu penting. Tapi buat mereka yang sudah terbiasa di dunia tulis menulis, sering tahap di atas tidak selamanya dilakukan. Langsung ke tahap menyiapkan bahan bisa jadi hal yang lebih krusial. Namun tahap ini sangat membantu.

Topik menulis artikel dari BLOGOOBLOK ini akan disajikan dalam beberapa seri. Saya akan membuatnya khusus dalam segmen "Kelas Menulis". Silahkan kunjungi tag tersebut untuk mencari tahu artikel lainnya. Semoga bermanfaat dan teruslah menulis

Wednesday, March 28, 2018

Cara Ideal Mendapatkan Ide Untuk Menulis

Cara Ideal Mendapatkan Ide Untuk Menulis
 

Sekedar diucapkan, mendapatkan ide untuk bahan tulisan memang mudah. Namun tidak semudah membalik permukaan koin yang tergeletak di atas meja. Pekerjaan ini bahkan bisa jadi sangat sulit buat yang belum terbiasa.

Mereka yang hidupnya dengan hasil karya kata-kata yang dirangkai, seperti penulis puisi, fiksi, novel, naskah, musik dan bahkan blogger, sangat bergantung pada penemuan ide ini. Buat mereka yang terbiasa, pastinya sudah punya cara tersendiri ketika hendak mencari ide.

Karena pekerjaan mencari ide tidak sama untuk setiap orang. Saya punya beberapa teman penulis puisi dengan serangkaian buku yang dihasilkan. Rata-rata mereka menemukan ide dari pengalaman pribadi dan orang yang curhat kepadanya.

Dengan mengetahui seluruh jalan cerita, ia bisa mendapat lampu terang untuk menulis. Namun cara ini tidak berlaku umum. Ada pula yang meski jadi tempat menumpahkan keluh kesah banyak kisah, tapi tak mampu menuliskannya dalam sepenggal kalimat pun.

Baca Seri Pertama 'Kelas Menulis': Cara Menulis Artikel untuk Pemula

Saya tidak akan meminta setiap orang untuk setuju dengan apa yang akan ditulisan dalam artikel ini. Tapi semoga bisa memberi gambaran, bagaimana ide itu bisa di dapatkan. Berikut beberapa diantaranya:

1. Mencari Cerita

Jika kalian tipe orang yang tidak punya banyak kisah. Sebaiknya sering-sering mencari cerita. Apa saja. Bisa dari buku fiksi hingga karya-karya ilmiah. Itu berarti untuk memulai mencari ide, kalian sudah punya kemauan dan kebiasaan membaca.

Karena penulis yang baik adalah juga pembaca yang baik.

Ada beberapa metode yang bisa kalian gunakan untuk mencari cerita. Yang harus diperhatikan, kalian paham apa yang sedang kalian hadapi. Resapi kisahnya dan cari puncak ketertarikan. Kembangkan ide tersebut jauh dari cerita aslinya.

Baca Buku

Yan Lianke, seorang penulis novel fiksi asal China pada tahun 2012 lalu mendapat nominasi Independent Foreign Fiction Prize (IFFP) untuk karyanya 'Dream of Ding Village'. Ajang bergensi insan novelis ini telah menelurkan banyak karya-karya menakjubkan.

Yan terinspirasi menulis novel berlatar epidemi AIDS yang pernah menghancurkan China. Epidemi AIDS tersebut telah banyak dilaporan dalam jurnal ilmiah. Salah satunya laporan Paul Volberding dalam 'Global HIV/AIDS Medicine' tahun 2008.

Metode yang dilakukan Yan Lianke ini bisa ditempuh untuk mencari ide. Berkat kebiasaannya membaca dan faktor kedekatan cerita dengan dirinya, jadilah satu novel yang menakjubkan. Karya-karya dalam setiap buku kadang membuka ruang untuk ide lainnya. Jadi lebih seringlah membaca.

Ikuti Perkembangan

Berkuasanya sosial media saat ini seharusnya lebih memudahkan. Saya yakin, ada kebiasaan baru yang tanpa kita sadari membentuk keseharian hingga akhirnya jadi kebiasaan. Bangun tidur dan sebelum tidur di malam hari yang kita pelototi kemungkinan besar adalah gadget.

Riuh sosial media telah menjadi magnet yang besar. Akan selalu ingin kita tahu apa yang sedang terjadi di Indonesia bahkan dunia. Dengan mengikuti perkembangan baik sosial media, media online, koran hingga majalah, pada akhirnya akan muncul ide baru untuk menulis.

Jika tulisan yang hendak dibuat sudah menemukan tema umum, misal teknologi, maka perkembangan teknologi jangan sampai dilewatkan. Mungkin tentang cerita robot yang sebentar lagi akan jadi pengganti manusia dalam bekerja, atau yang lain-lainnya.

Menonton Film

Karena saya penikmat film, maka salah satu saluran mencari ide ya lewat film. Saya akan selalu menyesuaikan tontonan dengan konsep tulisan yang sedang dikerjakan. Meski kadang kala, ada film yang tanpa sengaja malah memberikan ide baru.

Penulis populer dengan segmen pasar populer juga sebaiknya mengikuti film yang sedang ramai. Ada pengalaman tersendiri ketika mendapat ide cerita dari sebuah film. Imajinasi kita akan berkembang lebih baik. Meski untuk mengasah yang paling bagus lewat membaca buku.

Mendengar Musik

Selain memberi ketenangan dengan caranya sendiri, musik juga bisa mendatangkan ide. Jika paham alur cerita dalam satu lagu, akan lebih mudah lagi kita mendapatkan ide. Karena terkadang lagu malah menyentuh perasaan setiap orang tanpa sengaja.

Saya pernah menulis sebait puisi yang kemudian di pinjam tanpa permisi oleh seseorang di Facebook. Puisi itu tercipta setelah mendengar lagunya Calum Scott 'You Are The Reason'. Saya hanya terinspirasi dengan kata 'reason' hingga membuat puisi yang jauh dari kesan menciplak karya.

Bahkan lagu pun bisa melahirkan karya baru. Tidak perlu saya sebut, karena di Indonesia ini tak akan genap jari tubuh untuk merunutnya. Saking banyaknya.

2. Berdasar Pengalaman

Ide tulisan dari pengalaman itu memang mengasyikkan. Baik itu datangnya dari pengalaman sendiri atau dari orang lain. Seperti yang saya sebut di atas, ada orang yang sering jadi tempat menampung cerita. Jika ini bisa dimanfaatkan akan jadi sesuatu yang luar biasa.

Cerita orang lain yang disampaikan ke kita, tidak perlu ditulis dengan detail hingga mengarahkan kursor ke orang bersangkutan. Cukup garis besar kisahnya dan mengaburkan seluruh identitasnya. Seperti Pidi Baiq yang berhasil menulis Dilan 1990.

Ide tulisan dari pengalaman ini bisa datang dalam banyak versi. Salah satunya dengan rutin mengamati orang. Misal, kalian punya tetangga yang punya kebiasaan keluar masuk pagi dan malam tepat di jam yang sama. Atau tetiba bertemu seseorang di jalan dengan kebiasaan unik.

Pada saat mengamati orang-orang, cobalah untuk memberanikan diri bertanya banyak hal. Kenalan dan ajak dia berbicara sebagai orang asing. Tanyakan semua hal yang ingin kalian tahu. Misalnya, dia sukanya apa?, makannya apa? dan sebagainya.

Mendapat ide berdasarkan pengalaman ini sering kali jadi kunci jurnalis membuat karya. Mereka dengan penguasaan keingintahuan besar akan selalu mempertanyakan sesuatu. Satu hal yang tak boleh luput ketika mendapat ide dari pengalaman, yakni mencatatnya.

Saya sering kali sedang jongkok di toilet saat ide itu menyambar. Karena kurang persiapan, keluar dari tandas, ide itu jadi kandas pula. Jadi sebaiknya jika memang berniat untuk mencari ide tulisan, selalu siapkan alat tulis, minimal gadget.

Buat yang berniat jadi penulis kreatif, ninimal cerpen. Jangan pula menyepelekan berkumpul dengan sesama cerpenis. Pengalaman mereka akan sangat membantu menciptakan ide. Sama halnya dengan blogger, baiknya pun harus sering sharing pengalaman. Dengan begitu akan tercipta banyak ide.

Baca Seri Kedua 'Kelas Menulis': Persiapan Awal Sebelum Memulai Menulis Artikel

3. Gaya Bebas

Sekali lagi, ide itu kadang datang begitu saja. Ada ribuan cara orang-orang untuk mencari ide. Seperti membaca komentar orang di blog yang bertanya soal A, itu bisa membawa kita untuk menjawabnya tapi dalam versi yang lebih lengkap. Sebuah tulisan.

Ada pula yang mengunjungi situs-situs tertentu secara acak, dan akhirnya bertemu satu cerita yang menarik. Cobalah bereksperimen dengan apapun. Misal Google. Coba ketikkan satu kata yang menurut kalian menarik, maka ada ribuan hingga jutaan ide tersaji dengan sempurna.

Pada suatu malam yang lampau. Saya dan seorang teman penulis sedang duduk menunggu hujan dengan gelas kopi yang sudah dingin. Di tengah riuh warung kopi itu, kami membangun ide cerita dari elemen yang dipilih secara acak.

Satu persatu kata kami tuliskan bergantian. Hingga akhirnya saling menantang dengan kata pilihan masing-masing. Saya terlebih dahulu mendapat giliran membuat sajak dengan lima kata berbeda untuk lima alinea.

Entah bagaimana caranya, ide itu muncul sendiri. Saya akhirnya benar-benar merampungkan permainan kata itu dalam sebuah karya. Meski hanya untuk disimpan sendiri. Beda halnya dengan Dee Lestari yang kemudian menjadikan permainan ini lebih bermakna. Ia melahirkan Filosofi Kopi hanya dari permainan kata.

Jadi ide itu bisa didapat dengan gaya yang lebih bebas lagi. Setiap orang punya metodenya sendiri. Tinggal bagaimana hal itu bisa bernilai positif. Ide buruk juga sering kali menyeruak. Itulah mengapa sangat penting menyalurkan ide ini dengan orang-orang yang tetap.

Kunci dari menciptakan ide adalah membaca. Kemudian mengeksekusinya dengan riset. Kadang-kadang kita pun perlu jeda untuk menyegarkan otak. Jangan terlalu membebaninya berlebih. Sama satu hal, terus belajar. Termasuk mempelajari segmen pembaca seperti apa yang nantinya menikmati tulisan kita.

Topik menulis artikel dari BLOGOOBLOK ini akan disajikan dalam beberapa seri. Saya akan membuatnya khusus dalam segmen "Kelas Menulis". Silahkan kunjungi tag tersebut untuk mencari tahu artikel lainnya. Semoga bermanfaat dan teruslah menulis.

Salam kreasi
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html
Social Media Exchange Website - Likenation